KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari (Unismuh Kendari) resmi meluncurkan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan pengabdian masyarakat tahun akademik 2026 pada Rabu, 10 April 2026. Program berskala besar ini akan melibatkan 1.500 mahasiswa dari berbagai fakultas yang akan ditempatkan di 45 desa tersebar di wilayah Sulawesi Tenggara.
Acara peluncuran yang diselenggarakan di Auditorium Utama Kampus Unismuh Kendari, Jalan Sultan Muhammad Saleh, dihadiri oleh Rektor Unismuh Kendari Prof. Dr. H. Sudirman, M.Si., Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Dr. Ir. Hariyanto, M.Sc., Kepala Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Dr. Siti Nurhaliza, M.Psi., serta para dekan dari 10 fakultas dan ribuan mahasiswa peserta KKN.
Dalam sambutannya, Rektor Unismuh Kendari menekankan bahwa program KKN merupakan bagian integral dari komitmen universitas untuk memberdayakan masyarakat lokal. “Kuliah Kerja Nyata bukan sekadar tugas akademik, tetapi manifestasi nyata dari nilai-nilai Muhammadiyah untuk hidup bermasyarakat dan membawa perubahan positif bagi komunitas sekitar,” ujar Prof. Sudirman dengan penuh semangat di depan audiens yang penuh sesak.
Skema Program dan Fokus Kegiatan
Kepala LPM Dr. Siti Nurhaliza menjelaskan bahwa program KKN 2026 dirancang dengan pendekatan holistik yang mengintegrasikan berbagai bidang ilmu. Peserta KKN akan fokus pada lima pilar utama: pendidikan, kesehatan masyarakat, pemberdayaan ekonomi lokal, pelestarian lingkungan, dan pembangunan infrastruktur sosial.
“Mahasiswa kami tidak hanya datang untuk memberikan pelatihan atau penyuluhan sesaat, tetapi benar-benar terlibat dalam perencanaan pembangunan desa. Kami memastikan setiap program yang dilaksanakan sejalan dengan visi pembangunan lokal dan berkelanjutan,” kata Dr. Siti Nurhaliza dalam konferensi pers yang digelar usai acara peluncuran.
Pendekatan terintegrasi ini melibatkan kolaborasi dengan Pemerintah Daerah Kendari, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Provinsi Sulawesi Tenggara, serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Melalui sinergi ini, setiap kegiatan KKN diharapkan mampu menciptakan dampak jangka panjang bagi pembangunan desa.
Dari 1.500 mahasiswa yang terlibat, mereka akan dibagi menjadi 150 kelompok KKN kecil, dengan rata-rata 10 mahasiswa per kelompok. Setiap kelompok akan ditempatkan di satu desa selama kurun waktu 45 hari, mulai dari akhir Mei hingga pertengahan Juli 2026.
Distribusi Lokasi dan Keterlibatan Akademik
Kepala Unit Press dan Media Kampus Unismuh Kendari, Samsul Bahri, M.Kom., menyampaikan bahwa Unit Press dan Media telah berkoordinasi dengan berbagai media lokal untuk mendokumentasikan dan menyebarluaskan aktivitas-aktivitas KKN. “Kami ingin masyarakat luas mengetahui komitmen Unismuh Kendari dalam pengabdian masyarakat. Media massa akan menjadi mitra dalam mengkomunikasikan dampak positif yang dihasilkan,” kata Samsul Bahri.
Dari 45 desa yang menjadi lokasi KKN, mayoritas berada di Kota Kendari dan Kabupaten Konawe. Desa-desa tersebut dipilih berdasarkan analisis kebutuhan yang melibatkan kepala desa, tokoh masyarakat, dan aparatur desa. Dekan Fakultas Pendidikan dan Ilmu Sosial, Dr. Andi Wijaya, M.Pd., menginformasikan bahwa mahasiswa program studi Pendidikan akan fokus pada pengajaran siswa, pelatihan literasi digital, dan pengembangan kurikulum alternatif.
Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik, Ir. Bambang Setiawan, M.T., menjelaskan bahwa mahasiswa teknik akan terlibat dalam proyek infrastruktur sederhana seperti perbaikan saluran air, konservasi sumber air bersih, dan pembangunan fasilitas umum yang ramah lingkungan.
“Mahasiswa kami akan belajar langsung mengaplikasikan teori yang diperoleh di kelas untuk mengatasi permasalahan nyata di lapangan. Ini adalah momen berharga untuk mengembangkan jiwa sosial dan kepemimpinan,” ungkap Ir. Bambang Setiawan.
Persiapan dan Orientasi Intensif
Untuk memastikan pelaksanaan program berjalan optimal, Unismuh Kendari telah menyiapkan rangkaian orientasi dan pelatihan intensif bagi seluruh mahasiswa peserta KKN. Orientasi akan meliputi materi kepemimpinan, komunikasi efektif, pendekatan partisipatif pembangunan masyarakat, serta pemahaman mendalam tentang konteks sosial budaya Sulawesi Tenggara.
Dr. Hariyanto, selaku Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, mengatakan bahwa program orientasi dirancang untuk menyiapkan mahasiswa secara psikologis dan akademik. “Mahasiswa harus memahami bahwa KKN adalah pembelajaran dua arah. Mereka mengajar, tetapi juga belajar dari masyarakat. Pengalaman ini akan membentuk karakter mereka sebagai lulusan yang peduli lingkungan dan masyarakat,” terang Dr. Hariyanto.
Selain itu, setiap kelompok KKN akan didampingi oleh seorang dosen pembimbing lapangan (DPL) yang akan melakukan monitoring mingguan. Dosen pembimbing telah diseleksi secara ketat berdasarkan pengalaman mengabdi dan kemampuan mentoring.
Dukungan Finansial dan Logistik
Universitas Muhammadiyah Kendari mengalokasikan dana sebesar 2,5 miliar rupiah untuk program KKN 2026. Dana tersebut dialokasikan untuk tunjangan hidup mahasiswa, honorarium dosen pembimbing, transportasi, dan biaya operasional program. Mendapat pertanyaan dari media mengenai besaran tunjangan, Ketua Panitia KKN, Dr. Eka Putra Wijaya, S.E., M.B.A., menjawab rinci.
“Setiap mahasiswa akan menerima tunjangan hidup Rp 500 ribu per hari, yang sudah dikalibrasi dengan biaya hidup di desa-desa lokasi penempatan. Universitas juga menyediakan asuransi kesehatan dan asuransi kecelakaan untuk semua peserta KKN,” jelas Dr. Eka Putra Wijaya.
Komitmen finansial ini menunjukkan keseriusan universitas terhadap program pengabdian masyarakat. Tidak hanya itu, Unismuh Kendari juga bermitra dengan beberapa perusahaan swasta lokal untuk memberikan dukungan dalam bentuk peralatan, material, dan keahlian teknis.
Harapan dan Target Dampak
Dalam presentasinya, Dr. Siti Nurhaliza menguraikan target dampak yang ingin dicapai melalui program KKN 2026. Target tersebut mencakup: peningkatan aksesibilitas pendidikan di 45 desa, peningkatan kesadaran kesehatan masyarakat khususnya di bidang sanitasi dan hipertensi, pemberdayaan 300 kelompok usaha mikro kecil menengah (UMKM) lokal, penanaman 5.000 pohon untuk konservasi lingkungan, dan perbaikan akses air bersih di 15 desa.
“Target kami ambisius tetapi realistis. Kami telah melakukan kajian mendalam tentang kebutuhan desa dan kapasitas mahasiswa kami. Setiap target dirancang untuk memberikan manfaat jangka panjang, bukan hanya solusi sesaat,” kata Dr. Siti Nurhaliza.
Salah satu mahasiswa peserta KKN, Sinta Rahmawati dari Program Studi Kesehatan Masyarakat, mengungkapkan antusiasmenya terhadap program ini. “Saya sangat bersemangat untuk terlibat dalam program KKN ini. Ini adalah kesempatan emas bagi saya untuk membawa perubahan nyata di masyarakat dan mempraktikkan ilmu yang telah saya pelajari selama ini di bangku perkuliahan,” ujar Sinta yang akan ditempatkan di Desa Wawonii.
Kepala Desa Wawonii, Bapak H. Muh. Ridho Syahputra, S.E., juga mengapresiasi keterlibatan Unismuh Kendari. “Kami sangat senang menjadi salah satu lokasi KKN. Kehadiran mahasiswa Unismuh Kendari diharapkan dapat membantu masyarakat kami dalam berbagai aspek pembangunan. Kami sudah menyiapkan posko untuk mahasiswa dan fasilitasi akses ke masyarakat,” kata H. Ridho Syahputra.
Sistem Evaluasi dan Keberlanjutan Program
Program KKN Unismuh Kendari 2026 juga dilengkapi dengan sistem evaluasi yang komprehensif. Evaluasi akan dilakukan pada tiga tahap: evaluasi proses (selama pelaksanaan), evaluasi hasil (akhir KKN), dan evaluasi dampak (tiga bulan setelah KKN berakhir).
Metodologi evaluasi melibatkan pengukuran kuantitatif melalui indikator keberhasilan yang telah ditetapkan, serta metode kualitatif melalui focus group discussion dengan masyarakat dan mahasiswa peserta KKN. Data-data ini akan dikompilasi dalam laporan komprehensif yang akan dijadikan acuan untuk perbaikan program KKN tahun-tahun mendatang.
Wakil Rektor Dr. Hariyanto menambahkan bahwa hasil evaluasi program KKN juga akan menjadi bagian dari akreditasi institusional universitas. “Program pengabdian masyarakat yang berkualitas adalah salah satu indikator pencapaian akreditasi perguruan tinggi. Kami serius dalam hal ini dan terus melakukan inovasi untuk meningkatkan kualitas,” kata Dr. Hariyanto.
Penutup
Peluncuran program KKN dan pengabdian masyarakat Universitas Muhammadiyah Kendari 2026 menandai komitmen institusional yang kuat terhadap pemberdayaan masyarakat. Dengan melibatkan 1.500 mahasiswa, 150 kelompok kerja, 45 desa, serta dukungan finansial dan infrastruktur yang memadai, program ini diharapkan menjadi model pengabdian masyarakat yang berkelanjutan dan berdampak.
Rektor Prof. Sudirman menutup acara peluncuran dengan pesan inspiratif kepada semua peserta KKN. “Kalian adalah generasi muda yang akan membawa perubahan. Jangan hanya berpikir tentang apa yang kalian berikan kepada masyarakat, tetapi juga apa yang kalian pelajari dari mereka. Pengalaman ini akan membentuk karakter dan kepribadian kalian sebagai insan akademis yang bermartabat dan berakhlak mulia,” ucap Prof. Sudirman.
Program KKN Unismuh Kendari 2026 akan dimulai dengan orientasi resmi pada akhir Mei 2026 dan penempatan lapangan pada awal Juni 2026. Mahasiswa diharapkan siap secara mental, akademik, dan fisik untuk menjalankan misi pengabdian masyarakat yang mulia ini.
—
(Berita ini merupakan liputan resmi dari Universitas Muhammadiyah Kendari, Unit Press dan Media Kampus, tanggal 10 April 2026)