KENDARI — Universitas Muhammadiyah Kendari melalui Unit Press dan Media kembali menghadirkan acara akademik yang bernilai tinggi bagi pengembangan kompetensi mahasiswa di bidang jurnalisme dan komunikasi. Pada hari Selasa, 22 April 2026, kampus yang berlokasi di Jalan Soekarno Hatta, Kendari, menyelenggarakan seminar, webinar, dan kuliah umum bertema “Transformasi Jurnalisme di Era Digital: Strategi Adaptasi Media Konvensional dan Media Sosial” yang menghadirkan praktisi dan akademisi terkemuka di bidang media massa.
Acara yang diikuti oleh lebih dari 300 mahasiswa dari berbagai program studi di Universitas Muhammadiyah Kendari ini berlangsung sepanjang hari, mulai dari pukul 08.00 hingga 16.30 WITA di Aula Utama Gedung Rektorat Kampus. Inisiatif penyelenggaraan ini merupakan komitmen unit press dan media untuk memberikan wawasan praktis kepada generasi muda jurnalis dalam menghadapi perubahan lanskap media yang dinamis dan penuh tantangan.
Latar Belakang Penyelenggaraan Acara
Unit Press dan Media Universitas Muhammadiyah Kendari merupakan unit kuasi-independen yang memiliki peran strategis dalam mengembangkan kemampuan jurnalistik mahasiswa sekaligus menjadi wadah untuk mengkritisi praktik jurnalisme di tingkat lokal maupun nasional. Kehadiran unit ini sejalan dengan visi Universitas Muhammadiyah Kendari untuk mencetak profesional media yang memiliki integritas tinggi, pemahaman mendalam tentang nilai-nilai jurnalisme, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Keputusan untuk menyelenggarakan seminar, webinar, dan kuliah umum pada 22 April 2026 ini diambil mengingat semakin urgennya isu transformasi media digital di Indonesia. Dalam tiga tahun terakhir, tren pengaksesan berita melalui platform digital telah melampaui media konvensional sebesar 68 persen, menurut data dari Asosiasi Pengguna Internet Indonesia (APJII). Fenomena ini menciptakan tantangan sekaligus peluang bagi para jurnalis muda untuk mengasah keahlian mereka dalam konteks ekosistem media yang terus berubah.
“Kami melihat bahwa para mahasiswa kami perlu mendapatkan pembekalan yang komprehensif tentang bagaimana industri jurnalisme sedang bertransformasi. Oleh karena itu, kami merancang acara ini tidak hanya sebagai sekadar kuliah umum, tetapi juga sebagai platform dialog interaktif antara mahasiswa, praktisi media, dan akademisi,” ujar Dr. Haris Yunandar, S.H., M.H., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam sambutan pembukaan acara.
Pembicara dan Materi Seminar
Seminar kali ini menghadirkan pembicara-pembicara berkaliber yang memiliki pengalaman luas di bidang jurnalisme modern. Pembicara utama adalah Ibu Siti Nurhaliza Wijaya, S.Sos., M.I.Kom., seorang jurnalis senior yang pernah bekerja di media nasional terkemuka seperti Kompas.com dan CNN Indonesia, kini menjabat sebagai Direktur Program Jurnalisme Digital di Lembaga Pers Demokratis (LPD).
Pada sesi pagi yang dimulai pukul 08.30, Ibu Siti Nurhaliza menyampaikan materi berjudul “Strategi Konten Multimedia dalam Era Oversupply Informasi.” Dalam presentasinya, beliau menjelaskan bagaimana jurnalis modern harus mampu menghasilkan konten yang tidak hanya informatif, tetapi juga engaging dan viral-worthy di platform media sosial.
“Jurnalisme digital bukan sekadar mengalihkan berita cetak ke format online. Ada strategi yang berbeda. Anda harus memahami algoritma platform, timing publikasi, visual yang menarik, dan storytelling yang kuat. Mahasiswa-mahasiswa di sini harus belajar bahwa satu cerita harus diceritakan dalam berbagai format: artikel panjang, infografis, video, podcast, dan thread Twitter,” ungkap Ibu Siti Nurhaliza dalam sesi pertama seminar.
Sesi kedua, yang berlangsung pukul 10.30 hingga 12.00, menghadirkan Bapak Dr. Bambang Sutrisno, M.A., seorang akademisi dan pakar komunikasi massa dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Beliau menyajikan kuliah umum dengan topik “Etika Jurnalisme dalam Konteks Media Sosial dan Misinformasi.”
Dalam paparan beliau yang mendalam, Dr. Bambang menjelaskan tentang tantangan etika yang dihadapi jurnalis kontemporer. Khususnya, bagaimana jurnalis harus mempertahankan standar verifikasi fakta dan integritas editorial di tengah tekanan kecepatan publikasi dan kompetisi untuk engagement yang tinggi.
“Kecepatan adalah kunci di era digital, tetapi akurasi tidak boleh dikompromikan. Saya melihat banyak platform media yang terburu-buru mempublikasikan berita tanpa verifikasi cukup, yang akhirnya menjadi viral dengan informasi yang salah. Ini adalah krisis kepercayaan terhadap media,” jelas Dr. Bambang kepada puluhan mahasiswa yang memperhatikan dengan seksama.
Webinar Interaktif dan Workshop Praktis
Setelah istirahat siang yang diberikan dari pukul 12.00 hingga 13.00, acara dilanjutkan dengan sesi webinar interaktif yang menghadirkan tiga narasumber dari berbagai segmen industri media. Sesi pertama pada pukul 13.30 menampilkan Ibu Rini Handayani, S.Sos., jurnalis investigasi dari media digital independen bernama “Kendari Ekspor,” yang memfokuskan pemberitaan tentang isu lingkungan dan sosial di kawasan Sulawesi Tenggara.
Dalam sesi tanya jawab yang interaktif, Ibu Rini berbagi pengalaman melakukan investigasi jurnalistik dengan keterbatasan sumber daya. Beliau menekankan pentingnya jaringan sumber dan kepercayaan masyarakat lokal dalam menghasilkan berita berkualitas.
“Sebagai media lokal, kami tidak bisa bersaing dengan media besar dalam hal resources. Tetapi, kami punya keunggulan: kami memahami komunitas lokal dengan lebih baik. Kami membangun kepercayaan dengan sumber-sumber kami. Itulah yang membuat berita kami relevan dan dipercaya,” kata Ibu Rini sambil menunjukkan contoh-contoh investigasi yang telah menghasilkan dampak nyata, seperti terungkapnya praktik tambang ilegal di kawasan Raha, Sulawesi Tenggara.
Sesi webinar kedua, pukul 14.15, menghadirkan Bapak Ahmad Syaiful Rohman, S.E., M.B.A., yang merupakan manajer konten di salah satu media sosial terbesar di Indonesia. Beliau berbagi insight tentang bagaimana algoritma platform media sosial bekerja dan strategi apa yang efektif untuk meningkatkan jangkauan konten jurnalistik.
“Data adalah raja di era ini. Sebelum mempublikasikan konten, Anda harus melakukan riset kecil tentang waktu optimal posting, demografi audiens, dan tren topik yang sedang trending. Dengan memahami data ini, jurnalis bisa lebih strategis dalam memposisikan narasi mereka,” jelas Bapak Ahmad sambil menampilkan beberapa dashboard analitik dari kampanye konten yang sukses.
Sesi ketiga pada pukul 15.00 menampilkan Ibu Dr. Eka Suyanto, Ph.D., yang merupakan peneliti di bidang jurnalisme warga (citizen journalism) dan dampak media sosial terhadap opini publik. Beliau menyajikan hasil-hasil penelitian terbaru tentang bagaimana konten yang dibuat oleh non-profesional di media sosial sering kali memiliki pengaruh lebih besar dibandingkan dengan berita dari media profesional.
“Kami harus mengakui bahwa lanskap media sudah berubah. Masyarakat sekarang bukan hanya konsumen berita, tetapi juga produser berita. Tugas jurnalis profesional adalah untuk mengkurasi, memverifikasi, dan memberikan konteks pada informasi-informasi yang beredar di masyarakat,” kata Ibu Eka dalam presentasinya yang didukung dengan grafik dan data-data menarik.
Respons Mahasiswa dan Pihak Kampus
Respon dari mahasiswa terhadap acara ini sangat positif. Berdasarkan survei singkat yang dilakukan panitia di akhir acara, 87 persen peserta menyatakan bahwa mereka mendapatkan wawasan baru dan inspirasi untuk mengembangkan karir di bidang jurnalisme. Banyak mahasiswa yang antusias mengajukan pertanyaan selama sesi tanya jawab dan memperdalam diskusi dengan para pembicara setelah acara secara formal berakhir.
Salah satu mahasiswa peserta, Muhammad Iqbal, mahasiswa semester lima Program Studi Komunikasi Universitas Muhammadiyah Kendari, mengungkapkan antusiasmenya. “Saya sangat terkesan dengan pengalaman praktis yang dibagikan oleh para pembicara. Terutama dari Ibu Siti Nurhaliza tentang bagaimana membuat konten yang engaging. Saya dan beberapa teman ingin langsung praktik membuat konten multimedia untuk media kampus kami,” ujarnya dengan semangat.
Pihak Universitas Muhammadiyah Kendari, melalui Koordinator Unit Press dan Media, Ibu Dwi Ratna Sari, S.S., M.I.Kom., menyatakan kepuasan atas kesuksesan acara ini. “Acara hari ini adalah bukti komitmen kami untuk memberikan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri. Kami juga berharap bahwa jaringan yang terbangun antara mahasiswa kami dengan para praktisi media bisa berkelanjutan, sehingga mahasiswa kami memiliki mentor dan role model yang nyata di dunia jurnalisme,” ungkap Ibu Dwi Ratna Sari.
Dampak dan Rencana Lanjutan
Penyelenggaraan acara ini diharapkan memiliki dampak jangka panjang bagi pengembangan kompetensi mahasiswa di bidang jurnalisme. Pertama, acara ini telah membuka wawasan mahasiswa tentang dinamika industri media yang sebenarnya, sehingga mereka bisa lebih realistis dalam merencanakan karir mereka. Kedua, networking yang terjalin antara mahasiswa dengan praktisi media diharapkan bisa membuka peluang magang atau kerja sama editorial di masa depan.
Ketiga, acara ini juga menjadi evaluasi bagi kurikulum Program Studi Komunikasi Universitas Muhammadiyah Kendari. Berdasarkan masukan dari para pembicara profesional, ada beberapa kompetensi yang perlu ditingkatkan dalam kurikulum, seperti data journalism, video journalism, dan manajemen media sosial.
Rencana tindak lanjut dari acara ini, menurut Koordinator Unit Press dan Media, mencakup pembentukan komunitas jurnalis muda Universitas Muhammadiyah Kendari yang lebih terstruktur, penyelenggaraan workshop bulanan dengan topik-topik spesifik, dan pembangunan kerjasama formal dengan media-media lokal untuk program magang dan mentoring.
“Kami juga merencanakan untuk menerbitkan kompilasi makalah dari seminar ini dalam bentuk jurnal kampus. Ini akan menjadi referensi bagi mahasiswa dan juga kontribusi akademik kami terhadap diskursus jurnalisme di Indonesia,” tambah Ibu Dwi Ratna Sari.
Penutup
Seminar, webinar, dan kuliah umum yang diselenggarakan oleh Unit Press dan Media Universitas Muhammadiyah Kendari pada 22 April 2026 ini telah menjadi platform pembelajaran yang berharga bagi mahasiswa. Acara ini bukan hanya memberikan pengetahuan teori, tetapi juga praktik langsung tentang bagaimana industri jurnalisme bekerja di era digital.
Dengan menghadirkan pembicara-pembicara berkaliber dari berbagai latar belakang—praktisi media, akademisi, dan media entrepreneur—acara ini berhasil memberikan gambaran utuh tentang tantangan dan peluang dalam dunia jurnalisme modern. Mahasiswa mendapatkan inspirasi untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan perubahan teknologi, sambil tetap mempertahankan nilai-nilai etika dan integritas jurnalisme.
Universitas Muhammadiyah Kendari, melalui Unit Press dan Media, telah menunjukkan komitmennya untuk mencetak profesional media yang berkompeten dan beretika. Diharapkan, semangat dan inspirasi yang diterima mahasiswa dalam acara ini akan terbawa dalam perjalanan karir mereka, dan pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan kualitas jurnalisme di Indonesia, khususnya di kawasan Sulawesi Tenggara.
—
Artikel ini ditulis berdasarkan pengamatan langsung atas penyelenggaraan acara dan wawancara dengan berbagai narasumber dari Universitas Muhammadiyah Kendari dan pembicara.