Kendari — Unit Press dan Media Universitas Muhammadiyah Kendari melaporkan pencapaian signifikan dari kolaborasi riset antara dosen dan mahasiswa yang menghasilkan inovasi teknologi pengolahan limbah cair terpadu. Penelitian yang dimulai sejak Januari 2025 ini telah memasuki tahap uji coba skala menengah dan siap menuju fase komersialitas dalam waktu dekat.
Riset bernama “Sistem Pengolahan Limbah Cair Terintegrasi Berbasis Teknologi Electrocoagulation dan Biofilter Aerob” ini melibatkan tim lintas disiplin ilmu dari Fakultas Teknik, Fakultas Sains dan Teknologi, serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Kendari. Keterlibatan berbagai fakultas menunjukkan komitmen kampus dalam menghadirkan solusi holistik terhadap permasalahan lingkungan yang kini menjadi isu global.
Latar Belakang Penelitian dan Identifikasi Masalah
Provinsi Sulawesi Tenggara, khususnya kota Kendari, menghadapi tantangan serius terkait pengelolaan limbah cair industri. Menurut data dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sulawesi Tenggara tahun 2024, lebih dari 60 persen industri kecil dan menengah di wilayah Kendari belum memiliki sistem pengolahan limbah yang memadai. Limbah cair yang dibuang langsung ke badan air telah mengakibatkan penurunan kualitas lingkungan dan ancaman terhadap kesehatan masyarakat sekitar.
Fenomena ini menjadi pemicu utama Dr. Ir. Bambang Sutrisno, M.Sc., dosen senior Prodi Teknik Lingkungan Universitas Muhammadiyah Kendari, untuk menginisiasi penelitian mendalam. Beliau melihat bahwa solusi teknologi yang ada selama ini terlalu mahal dan kompleks untuk diterapkan oleh industri skala kecil dan menengah yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal.
“Kami melihat celah di pasar. Teknologi pengolahan limbah konvensional memang efektif, tetapi biaya investasi dan operasionalnya sangat tinggi. Tidak semua UMKM mampu mengadopsi teknologi tersebut,” ujar Dr. Bambang Sutrisno ketika diwawancarai Unit Press dan Media Universitas Muhammadiyah Kendari pada Rabu (16 April 2026).
Dari identifikasi masalah ini, Dr. Bambang Sutrisno mengajak mahasiswa terbaik dari Program Studi Teknik Lingkungan untuk bergabung dalam penelitian. Respons yang luar biasa datang dari kelompok mahasiswa yang terdiri dari Rista Cahya Pratama (semester VII), Nadia Kusuma Wardani (semester VII), dan Muhammad Alif Hidayatullah (semester VI).
Metodologi dan Tahapan Pengembangan Teknologi
Tim riset menetapkan tujuan ambisius untuk mengembangkan sistem pengolahan limbah yang efisien namun terjangkau. Mereka memilih teknologi electrocoagulation sebagai tahap pertama karena kemampuannya menghilangkan partikel tersuspensi dan polutan terlarut dengan biaya energi yang relatif rendah.
Electrocoagulation bekerja dengan melewatkan arus listrik melalui limbah cair menggunakan elektroda logam. Proses ini menciptakan koagulan in-situ yang mampu mengikat partikel polutan, membuatnya mengendap dan mudah dipisahkan. Teknologi ini telah terbukti efektif di berbagai negara, tetapi belum banyak diadaptasi dengan kondisi spesifik limbah industri Sulawesi Tenggara.
“Kami melakukan riset literatur ekstensif untuk memahami karakteristik limbah lokal. Hasilnya, kami menemukan bahwa limbah dari industri pengolahan ikan, minyak sawit, dan tekstil memiliki komposisi unik yang memerlukan optimalisasi parameter electrocoagulation yang berbeda,” jelas Rista Cahya Pratama, ketua tim peneliti mahasiswa, dalam sesi presentasi hasil riset pada tanggal 10 April 2026.
Tahap kedua penelitian melibatkan pengembangan sistem biofilter aerob. Setelah melewati electrocoagulation, limbah cair masuk ke chamber biofilter yang berisi media biologis khusus. Media ini berfungsi sebagai tempat pertumbuhan bakteri pengurai yang dapat mengeliminasi bahan organik dan nutrisi berlebih (nitrogen dan fosfor) yang menjadi penyebab eutrofikasi.
Tim peneliti melakukan screening terhadap berbagai jenis bakteri lokal yang diisolasi dari sedimen sungai dan kolam pengolahan limbah di Kendari. Proses seleksi ini memakan waktu empat bulan, namun menghasilkan konsorsium bakteri yang sangat efektif dan adaptif terhadap kondisi iklim lokal.
Inovasi lain yang dikembangkan tim adalah sistem monitoring real-time berbasis Internet of Things (IoT). Dosen dari Prodi Teknik Informatika, Ir. Yusuf Rahman, M.T., berkontribusi dalam mengintegrasikan sensor-sensor pintar yang dapat memantau parameter limbah seperti pH, konduktivitas, kadar oksigen terlarut, dan beban organik secara kontinyu.
Hasil dan Keberhasilan Uji Coba
Fase uji coba laboratorium dimulai pada bulan Februari 2026 dengan menggunakan limbah sintetis yang dibuat untuk mensimulasikan komposisi limbah industri nyata. Hasil awal sangat menggembirakan, menunjukkan penurunan tingkat kekeruhan hingga 95 persen setelah electrocoagulation dan eliminasi bahan organik mencapai 87 persen setelah biofilter aerob.
Kesuksesan ini mendorong tim untuk melanjutkan ke fase uji coba semi-pilot scale. Mereka bermitra dengan salah satu industri pengolahan ikan lokal yang secara aktif mencari solusi pengelolaan limbah yang ramah lingkungan dan ekonomis. Lokasi uji coba ditetapkan di fasilitas industri tersebut selama dua bulan, dimulai pertengahan Februari hingga pertengahan April 2026.
“Hasil dari uji coba semi-pilot scale melebihi ekspektasi kami. Sistem mampu menangani limbah dalam volume 500 liter per hari dengan efisiensi penghilangan COD (Chemical Oxygen Demand) mencapai 89 persen. Biaya operasional hanya mencapai Rp 2.500 per kubik limbah, jauh lebih rendah dari sistem konvensional yang biasanya mencapai Rp 8.000 hingga Rp 15.000 per kubik,” ujar Muhammad Alif Hidayatullah dengan penuh antusiasme.
Nadia Kusuma Wardani menambahkan bahwa efluent yang dihasilkan dari sistem ini telah memenuhi standar baku mutu limbah cair sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 5 Tahun 2014. “Kami telah melakukan sampling dan pengujian di laboratorium tersertifikasi. Hasilnya, limbah output kami lolos uji dan aman untuk dibuang ke badan air atau bahkan dapat direcycle untuk keperluan non-potable seperti irigasi pertanian,” jelasnya.
Dukungan Institusional dan Rencana Komersialitas
Kesuksesan penelitian ini tidak terlepas dari dukungan penuh pimpinan Universitas Muhammadiyah Kendari. Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Ir. Surya Patria, M.M., mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian tim riset.
“Penelitian ini sejalan dengan visi Universitas Muhammadiyah Kendari untuk menjadi institusi pendidikan yang relevan dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Inovasi ini bukan hanya membawa nama baik kampus, tetapi juga berkontribusi nyata dalam mengatasi krisis lingkungan yang kita hadapi. Kami berkomitmen untuk terus mendukung penelitian semacam ini dengan mengalokasikan sumber daya yang memadai,” ujar Prof. Surya Patria dalam wawancara eksklusif dengan Unit Press dan Media pada tanggal 17 April 2026.
Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengembangan, Dr. Ir. Siti Nurhaliza, M.Eng., mengumumkan bahwa universitas telah mengalokasikan dana tambahan sebesar Rp 250 juta untuk melanjutkan penelitian ke fase berikutnya. Dana ini akan digunakan untuk scale-up sistem menjadi ukuran komersial dan pengajuan hak paten intelektual.
“Kami sudah menghubungi Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual untuk mengajukan paten atas nama Universitas Muhammadiyah Kendari. Proses ini memastikan bahwa inovasi kami terlindungi secara hukum dan siap untuk dilisensikan kepada mitra industri,” jelasnya.
Tim peneliti juga telah memulai diskusi dengan tiga perusahaan industri lokal untuk menjalin kemitraan. Selain itu, mereka sedang mempersiapkan proposal untuk mengikuti ajang kompetisi inovasi nasional dan internasional, termasuk kompetisi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Dampak dan Manfaat Jangka Panjang
Manfaat dari inovasi ini diproyeksikan akan sangat luas. Bagi industri, teknologi ini menawarkan solusi pengelolaan limbah yang hemat biaya dan mudah dioperasikan. Bagi lingkungan, pengurangan polutan limbah cair akan meningkatkan kualitas badan air dan ekosistem perairan di sekitar Kendari. Bagi masyarakat, air yang lebih bersih berarti kesehatan yang lebih baik dan sumber daya alam yang terjaga.
Dari perspektif akademis, penelitian ini telah menghasilkan tiga draft artikel ilmiah yang akan disubmitkan ke jurnal internasional dan nasional terakreditasi. Tim juga telah mengalami peningkatan kapasitas penelitian yang signifikan, membuka peluang kolaborasi dengan universitas lain dan institusi penelitian internasional.
“Kami sudah menerima inquiry dari universitas di Malaysia dan Thailand yang tertarik untuk menerapkan teknologi ini di negara mereka. Ini menunjukkan bahwa solusi kami memiliki relevansi dan aplikabilitas yang luas,” kata Dr. Bambang Sutrisno dengan bangga.
Mahasiswa yang terlibat juga mendapatkan manfaat luar biasa. Ketiga mahasiswa tersebut telah menerima penawaran beasiswa dan program magang dari institusi internasional. Pengalaman mereka dalam penelitian telah meningkatkan kemampuan problem-solving, keterampilan teknis, dan pemahaman mendalam tentang aplikasi ilmu pengetahuan dalam mengatasi masalah sosial.
“Awalnya, kami hanya ingin menyelesaikan skripsi dengan baik. Tetapi berkat bimbingan Dr. Bambang dan dukungan dari kampus, kami bisa terlibat dalam penelitian yang benar-benar membuat perbedaan. Ini adalah pengalaman yang akan kami bawa sepanjang karir kami,” ujar Rista Cahya Pratama.
Rencana Pengembangan dan Roadmap Masa Depan
Tim riset telah menyusun roadmap yang jelas untuk tahap-tahap selanjutnya. Dalam enam bulan ke depan, mereka akan fokus pada scale-up sistem menjadi ukuran penuh untuk kapasitas 5.000 liter per hari. Paralel dengan itu, mereka akan menyelesaikan proses paten dan mulai mencari investor atau mitra industri untuk komersialnya.
Dalam satu tahun ke depan, target mereka adalah memasang tiga unit sistem pada industri yang berbeda untuk studi kelayakan teknis dan ekonomis jangka panjang. Data dari operasi jangka panjang ini akan menjadi dasar untuk mengoptimalkan desain dan menyusun panduan teknis lengkap.
“Kami juga merencanakan program pelatihan dan transfer teknologi kepada pengusaha lokal, terutama UMKM yang ingin menerapkan sistem ini. Universitas Muhammadiyah Kendari berkomitmen menjadi center of excellence dalam teknologi pengolahan limbah yang berkelanjutan,” ungkap Dr. Siti Nurhaliza.
Penutup
Penelitian inovatif yang dilakukan dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari ini merepresentasikan semangat akademik yang tinggi dan kepedulian terhadap isu-isu sosial dan lingkungan. Dari sekumpulan ide sederhana tentang perlu adanya solusi limbah yang lebih murah dan efisien, tim ini telah menciptakan teknologi yang siap mengubah cara industri lokal mengelola limbah mereka.
Kesuksesan ini membuktikan bahwa universitas bukan hanya lembaga penyedia pendidikan, tetapi juga engine inovasi yang dapat berkontribusi dalam memecahkan masalah nyata masyarakat. Dengan terus mendukung penelitian berkualitas dan kolaborasi yang produktif, Universitas Muhammadiyah Kendari menunjukkan bahwa institusi pendidikan di daerah juga mampu menghasilkan inovasi tingkat tinggi yang berdampak global.
Semoga kesuksesan ini menjadi momentum awal bagi lahirnya lebih banyak inovasi dari Universitas Muhammadiyah Kendari di berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan demikian, kontribusi kampus terhadap pembangunan berkelanjutan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat akan semakin signifikan.
—
Penulis: Unit Press dan Media Universitas Muhammadiyah Kendari
Kendari, 18 April 2026