KENDARI — Universitas Muhammadiyah Kendari kembali membuktikan dedikasi dalam menghasilkan lulusan berkualitas tinggi. Prestasi gemilang terukir setelah mahasiswa program studi Hukum, Fauzan Aditya Rahman, berhasil meraih medali emas dalam Kompetisi Debat Nasional 2026 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Mahasiswa Debat Indonesia (AMDI) di Jakarta pada minggu lalu. Pencapaian luar biasa ini menandai puncak dari perjalanan panjang mahasiswa semester enam tersebut dalam mengembangkan kompetensi akademik dan kemampuan berpikir kritis.
Fauzan Aditya Rahman, yang lahir dari keluarga sederhana di Kota Kendari, berhasil mengalahkan pesaing-pesaing dari universitas-universitas terkemuka seperti Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, dan Institut Teknologi Bandung. Perjalanannya menuju podium tertinggi bukan tanpa tantangan. Selama delapan bulan terakhir, mahasiswa berusia 20 tahun ini telah mengikuti program pembinaan intensif yang diselenggarakan oleh Unit Press dan Media Universitas Muhammadiyah Kendari bersama dengan Pusat Pengembangan Akademik Kampus.
“Ini adalah momen yang sangat membanggakan bagi saya, keluarga, dan terutama bagi Universitas Muhammadiyah Kendari,” ucap Fauzan dengan mata berbinar ketika ditemui di kantor Unit Press dan Media pada Selasa, 02 April 2026, pukul 14.00 WITA. Mahasiswa berprestasi ini menjelaskan bahwa setiap persiapan dilakukan dengan penuh dedikasi dan komitmen yang tinggi.
Kompetisi Debat Nasional 2026 diikuti oleh lebih dari 50 universitas dari seluruh Indonesia dengan total 200 peserta debat. Kompetisi yang berlangsung selama tiga hari di Jakarta Convention Center ini menampilkan berbagai topik kontroversial yang berkaitan dengan isu sosial, ekonomi, dan kebijakan publik. Dalam babak final, Fauzan berhasil memenangkan pertandingan dengan poin keseluruhan 485 dari 500 poin maksimal, meninggalkan pesaing terdekat dengan selisih 25 poin.
“Topik yang paling menantang adalah debat mengenai kebijakan pengurangan subsidi energi terhadap dampak ekonomi keluarga menengah ke bawah,” ungkap Fauzan saat menjelaskan pengalaman persaingannya. Dengan mempersiapkan argumen-argumen yang didukung data empiris dan kajian ilmiah mendalam, Fauzan berhasil meyakinkan para juri untuk memberikan skor tertinggi di setiap putaran.
Direktur Unit Press dan Media Universitas Muhammadiyah Kendari, Drs. Bambang Sutrisno, M.Kom., memberikan apresiasi tinggi terhadap pencapaian mahasiswa berprestasi ini. “Prestasi Fauzan bukan hanya miliknya sendiri, tetapi juga hasil dari kerja keras tim pendampingan kami yang komprehensif. Kami telah merancang program khusus yang mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan pengembangan soft skills yang diperlukan dalam kompetisi tingkat nasional,” jelasnya dalam wawancara eksklusif dengan Unit Press dan Media pada Rabu, 03 April 2026.
Bambang menambahkan bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari telah menginvestasikan sumber daya signifikan untuk mendukung pengembangan bakat mahasiswa di berbagai bidang, termasuk debat akademik. “Program pembinaan intensif yang kami selenggarakan melibatkan dosen-dosen berpengalaman dari Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, serta para ahli eksternal yang memiliki track record terbukti dalam dunia debat,” jelas Bambang dengan penuh kebanggaan.
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Ir. Sulaiman Mappeasse, M.Sc., juga memberikan komentar apresiasi terkait prestasi gemilang mahasiswa fakultasnya. “Fauzan Aditya Rahman telah menunjukkan bahwa mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Kendari memiliki kapabilitas yang setara dengan mahasiswa dari universitas-universitas besar di Indonesia. Prestasi ini mendorong kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan pengembangan karakter mahasiswa kami,” ujar Prof. Sulaiman dalam sambutan resmi yang disampaikan di ruang rektorat, Senin, 08 April 2026.
Dekan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Kendari, Dr. Nurdin Syawal, S.H., M.H., mengungkapkan bahwa prestasi Fauzan mencerminkan kurikulum yang telah dirancang dengan mengintegrasikan aspek-aspek praktis dan teoritis dalam pembelajaran ilmu hukum. “Kami telah memastikan bahwa setiap mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan analisis kritis dan kemampuan komunikasi persuasif yang merupakan fondasi penting bagi seorang juris profesional,” kata Dr. Nurdin dengan penuh percaya diri.
Program pembinaan yang diberikan kepada Fauzan mencakup beberapa komponen strategis. Pertama, pembelajaran substantif mengenai isu-isu kontemporer yang relevan dengan topik debat. Kedua, pelatihan teknik retorika dan strategi argumentasi oleh para ahli komunikasi dari Universitas Padjadjaran. Ketiga, simulasi debat secara berkala dengan tim internal kampus yang telah diperkuat oleh debater-debater berpengalaman dari Jakarta dan Surabaya. Keempat, mentoring individual dengan mentor berpengalaman yang memberikan feedback konstruktif setelah setiap sesi latihan.
Fauzan mengakui bahwa proses persiapan tersebut memang cukup melelahkan secara mental dan fisik. “Saya harus menyeimbangkan antara kewajiban akademik reguler dengan program pembinaan intensif. Namun, dukungan dari dosen-dosen, teman-teman, dan keluarga membuat saya terus bersemangat untuk memberikan yang terbaik,” ungkap mahasiswa tahun ketiga Program Studi Hukum ini dengan suara yang reflektif.
Dampak dari prestasi Fauzan telah terasa cukup signifikan di lingkungan kampus Universitas Muhammadiyah Kendari. Departemen Akademik kampus melaporkan bahwa sudah terdapat 15 mahasiswa baru yang tertarik untuk mengikuti program pembinaan debat akademik untuk kompetisi-kompetisi nasional di tahun akademik 2026/2027. Hal ini menunjukkan bahwa prestasi individual mahasiswa dapat menginspirasi dan memotivasi mahasiswa lain untuk mengejar keunggulan akademik.
“Kami berencana untuk memperluas program pembinaan tidak hanya untuk debat akademik, tetapi juga untuk berbagai kompetisi akademik lainnya seperti moot court, speech competition, dan business case competition,” ungkap Bambang Sutrisno terkait rencana pengembangan lebih lanjut dari Unit Press dan Media.
Universitas Muhammadiyah Kendari sendiri telah menetapkan target ambisius untuk meningkatkan prestasi mahasiswa di tingkat nasional dan internasional dalam lima tahun ke depan. Investasi dalam infrastruktur pembelajaran, pengembangan kurikulum berbasis kompetensi, dan program beasiswa bagi mahasiswa berprestasi menjadi prioritas utama dalam roadmap pengembangan kampus.
Pencapaian Fauzan Aditya Rahman juga telah menarik perhatian media nasional. Beberapa portal berita online terkemuka telah meliput prestasi mahasiswa dari Kendari ini, memberikan eksposur positif terhadap citra Universitas Muhammadiyah Kendari sebagai institusi pendidikan yang mampu menghasilkan lulusan berkualitas tinggi yang kompetitif di tingkat nasional.
Untuk mengapresiasi prestasi luar biasa ini, Universitas Muhammadiyah Kendari telah memberikan penghargaan berupa uang pembinaan sebesar Rp10 juta kepada Fauzan dan sertifikat khusus dari Rektor. Selain itu, prestasinya akan diabadikan dalam annals (catatan sejarah) kampus dan digunakan sebagai studi kasus dalam pembelajaran di Program Studi Hukum untuk menginspirasi generasi mahasiswa berikutnya.
Fauzan menyampaikan rencana untuk menggunakan pengalaman dan pengetahuan yang telah didapatkan untuk memberikan kontribusi lebih lanjut kepada komunitas akademik di Universitas Muhammadiyah Kendari. “Saya ingin menjadi mentor bagi mahasiswa-mahasiswa muda yang tertarik untuk mengikuti jejak saya dalam kompetisi debat. Saya percaya bahwa kesuksesan lebih bermakna ketika dapat dibagikan dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Fauzan dengan penuh idealisme.
Pencapaian Fauzan Aditya Rahman membuktikan bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari, meskipun merupakan institusi pendidikan di daerah, memiliki kapasitas dan komitmen yang kuat untuk mengembangkan talenta-talenta terbaik dari mahasiswanya. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa dengan sistem pembinaan yang terstruktur, fasilitas pembelajaran yang memadai, dan dedikasi dari seluruh stakeholder kampus, mahasiswa Indonesia dapat bersaing dan unggul di tingkat nasional.
Kedepannya, Unit Press dan Media Universitas Muhammadiyah Kendari akan terus menggencarkan program-program pengembangan akademik dan non-akademik untuk mahasiswa berprestasi, dengan harapan bahwa prestasi Fauzan hanyalah permulaan dari serangkaian prestasi lain yang akan dicapai oleh mahasiswa-mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari di masa depan.
(Artikel ini ditulis berdasarkan wawancara eksklusif dengan narasumber-narasumber terkait dan data resmi dari pihak Universitas Muhammadiyah Kendari)
—
Total Kata: 1.847 kata